Facebook

Kamis, 19 Oktober 2017

Rumahnya Hendak Dieksekusi PT KAI, Jhony Rela Bugil

Barang-barang milik Jhony R Tanjung dikeluarkan dalam eksekusi rumah dan lahan yang ditempati Jhony di Jalan Mangga, Pasir Gintung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Kamis (19/10/2017). (Foto: Lampost/Asrul Septian Malik)

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Rencana eksekusi rumah dan lahan yang ditempati oleh masyarakat bernama Jhony R Tanjung, di Jalan Mangga, Pasir Gintung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Kamis (19/10/2017) pagi, terus dilakukan. Terjadi argumentasi dari pihak PT KAI Divre IV Tanjungkarang, dengan kuasa hukum Jhony yang diadvokasi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung.

Saling memberikan argumentasi disamapikan oleh Direktur Eksekutif LBH Bandar Lampung Alian Setiadi, dengan pihak PT KAI, namun tidak menemui titik terang. Usai mediasi, personel PT KAI berusaha masuk, namun dihadang oleh warga dan kerabat pemilik rumah. "Semua tanah ini BPN yang berwenang, misal sertifikat hak milik, hak guna negara dan lain-lain, seluruh lahan yang diklaim PT KAI, masih bersengketa, harus ada keputusan inkrah, baru bisa dilakukan eksekusi," ujar Alian di lokasi eksekusi, Kamis (19/10/2017).

Namun eksekusi tersebut tak terelakan, akhirnya pihak PT KAI bersama Polsuska mengangkut seluruh barang berharga milik Jhony. Tak ayal pula, teriakan histeris bahkan berujung cacian dilontarkan oleh keluarga Jhony kepada pihak PT KAI. Bahkan Jhony nekat melepas seluruh pakaiannya hingga bugil dan bergulingan di lantai. "Bunuh saja saya, bunuh saja saya, PT KAI enggak ada prikemanusiaan," sambil berguling-guling di lantai rumahnya saat petugas PT KAI dan Polsuska mengosongkan barang-barang di rumahnya.

Sebelum Jhony nekat bugil, awalnya ia sempat berteriak dan meminta tempo tiga hari untuk mengosongkan rumah tersebut dan meminta eksekusi dilakukan sesuai prosedur yakni berkekuatan hukum tetap terlebih dahulu, sesuai permintaan kuasa hukumnya Alian Setiadi selaku Direktur Eksekutif LBH Bandar Lampung. Namun permintaan itu tak dielakan. "Kasih saya tempo tiga hari," katanya. Sedangkan personel dari Satlantas dan Sabhara Polresta Bandar Lampung, hanya berjaga untuk menjaga situasi agar tetap kondusif.

Sumber : https://goo.gl/qcEjpC

Jalinbar Sudah Bisa Dilalui

Pemasangan perakitan jembatan bailey untuk jembatan sementara di Jalinbar, Pekon Mandirisejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Rabu (18/10/2017). LAMPUNG POST/DETA CITRAWAN



KRUI (Lampost.co) -- Jalur Lintas Barat (Jalinbar) di Pekon Mandirisejati, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, yang putus beberapa waktu lalu sudah bisa dilalui kendaraan tertentu.
Untuk pengerjaan jembatan bailey oleh Tim Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Lampung masih terus dilakukan. Dengan menggunakan dua bantuan alat besar milik PT Jaya Konstruksi, mereka juga membangun jalur alternatif dari timbunan pasir pantai supaya jalur perlintasan tidak sepenuhnya lumpuh.

Jalur perlintasan alternatif itu untuk saat ini hanya dapat dilalui kendaraan pribadi roda dua. Pemantauan Lampung Post, banyak kendaraan roda dua yang dapat melalui jalur alternatif meski dengan sistem buka-tutup.

“Sekarang motor sudah bisa lewat, tapi enggak lancar karena jalurnya dari pasir, agak susah buat melintas. Tidak langsung semua kendaraan bisa lewat, harus giliran,” ujar salah seorang pengendara yang melintas, Rabu (18/10/2017).

Untuk kendaraan roda empat belum dapat melintasi jalur alternatif dengan lancar, karena cukup sulit melintasi jalur bermedan pasir itu. “Roda empat bisa lewat, tapi cuma mobil dobel gardan," ujarnya.
Rolli Ekoanto, dari PPK 7 manajer ruas Simpang Gunung Kemalasanggi, menjelaskan panjang dari jembatan bailey yang saat ini dilakukan perakitan yaitu 39 meter dengan lebar jembatan 4 meter, sementara bobot beban maksimalnya sebesar 5 ton.

Di sisi lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Barat Syaifullah menjelaskan pascabencana banjir dan Jalinbar rusak yang berada di pekon tersebut, jumlah kerugian pascabanjir yaitu sebesar Rp15.988.360.800. “Hasil itu berdasarkan dari hasil perhitungan tim kerja pengkajian pascabencana,” kata dia.

Untuk pembangunan jembatan bailey diperkirakan selesai selama 15 hari. Kepala Kasatker PJN Wilayah II Lampung Ryandra Narlan mengatakan pihaknya akan membangun jembatan permanen dan tidak melakukan penimbunan jalan seperti sebelumnya. "Untuk jembatan permanen, nanti tentu kami buat desainnya terlebih dulu," ujar dia.

Pihaknya akan menganggarkan pembangunan jembatan itu pada 2018 dengan proses tender dan diperkirakan akan terlaksana pada akhir 2018 karena akan desain terlebih dulu. "Sebelum desain, juga ada survei topografi. Kemudian kami minta kepada BKSDA untuk sodet aliran Way Mahenai,” ujarnya.

Sumber : https://goo.gl/xYhiLW

8 Perampok Bersenjata Laras Panjang Dobrak Rumah Warga di Way Kanan

Ilustrasi. (MTVN)




WAY KANAN (Lampost.co) -- Sebanyak 8 perampok bersenjata laras panjang dan laras pendek menyatroni rumah Tukiran (45) warga Kampung Kalipapan, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan dan membawa kabur uang senilai Rp150 juta, Kamis (19/10/2017) sekitar pukul 03.00.

Camat Negeri Agung, Boy Hamizar membenarkan bahwa di kampung Kalipapan telah terjadi perampokan di rumah salah satu warga yang bernama Tukiran.

"Korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp150 juta dan dalam kejadian tersebut korban dan istrinya hanya mengalami luka lebam dibagian wajah. Pelaku juga menggunakan senjata api (senpi) laras panjang dan laras pendek," pungkasnya kepada Lampost.co.

Ditempat terpisah, Kapolres Way Kanan AKBP Doni Wahyudi, mengatakan kawanan perampok berjumlah 8 orang masuk kerumah korban sekitar pukul 03.00 wib, dengan cara mendobrak pintu rumah bagian depan dengan menggunakan kayu balok. Setelah masuk pelaku langsung menodongkan senpi kearah korban.

"Menurut keterangan korban, satu pelaku terlihat memakai senpi panjang dan terlihat pula ada yang menggunakan senpi laras pendek. Pada saat kejadian ruangan rumah dalam keadaan gelap karena pelaku mematikan lampu rumah milik korban dan ditempat kejadian pelaku meninggalkan senter," tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian uang sekitar 150 juta. "Anggota saya bhabinkamtibmas bersama warga sekitar yang rumahnya dekat dengan korban sempat mengejar dan mengarahkan tembakan ke pelaku namun pelaku membalasnya. Setelah pelaku terus membuang tembakan sehingga warga mundur dan saat ini pelaku sedang dikejar ke arah Lampung Utara," ungkapnya.

Sumber : https://goo.gl/tT2W9L

Selasa, 17 Oktober 2017

Dua Pembesuk Lapas di Metro Selundupkan Sabu ke Narapidana

KPLP Lapas Kelas II A Metro Teguh Wibowo, saat menunjukan laporan pemeriksaan terhadap dua pembesuk yang menyelundupkan narkotika jenis sabu ke dalam Lapas. (Foto:Lampost/Suprayogi)

METRO (Lampost.co)--Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Metro, menemukan dua plastik kecil paket sabu dari pengunjung, Senin (16/10/2017).

Kepala Lapas Metro, Teguh Wibowo, melalui Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas setempat, Febriyanto, mengatakan penemuan tersebut bermula atas kecurigaan petugas terhadap seorang pembesuk narapidana yang melarikan diri ke WC saat akan diperiksa. Berawal dari kejadian tersebut, maka dilakukan pemeriksaan dan diketemukan dua plastik keciln paket sabu dalam satu bungkus rokok.

"Barang ini didapat dari seorang pembesuk atas nama Bagas Wicaksono  beralamat di Bedeng 12 kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah dan Romadon warga bedeng 2 Kampung Adirejo, Kecamatan Trimurjo," katanya.

Di dalam barang bawaan itu, kata Teguh, ada gula kopi, satu botol air mineral dan ada satu bungkus rokok yang didalamnya terdapat paket sabu. Kedua pembesuk tersebut hendak menemui seorang narapidana kasus narkoba yang didakwa 7 tahun penjara.

"Bagas Wicaksono ini membesuk narapidana atas nama Nadia Nofri Fadli,  narapidana kasus narkoba hukuman 7 tahun. Dari pengakuan Nadia bahwa barang tersebut milik teman sekamarnya yang dititipkan adiknya atas nama Rifaldi, kasus Narkoba masih tahanan pengadilan Negeri Metro," kata dia.

Febriyanto menerangkan, Penemuan Narkotika jenis sabu tersebut merupakan kali kedua dalam kurun waktu enam bulan terahir, dan dari pengakuan para pembesuk tersebut, paket kecil sabu yang di taksir senilai Rp600 Ribu tersebut didapatnya dari seseorang yang menitipkan di depan SPBU 24 Tejo Agung Metro Timur.
"Dari pengakuan Bagas, barang tersebut titipan dari luar yang di ambil di depan SPBU 24 Tejo Agung," katanya.

Setelah dilakukan periksa sampai penggeledahan kamar, kedua pembesuk dan kedua yang dibesuk langsung diserahkan ke Polres Metro. "Ini merupakan kejadian kedua setelah sebelumnya pada pertengahan bulan puasa ramadhan kemarin kita mendapatkan 3 kantong plastik, dan ini yang kedua kita temukan dua paket kecil sabu-sabu," jelasnya.

Sumber : https://goo.gl/ehNu9v

Penyerahan Senjata Api, Chusnunia Chalim Minta Warga Jangan Bohong Pada Diri Sendiri

Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim kepada para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat pada Acara Silaturrahmi Kamtibmas dengan Masyarakat Kecamatan Jabung, Melinting dan Gunungpelindung, , Senin (16/10/2017). (Foto:Lampost/Musanif)

SUKADANA (Lampost.co)--“Bapak dan ibu bisa bohong kepada saya, kepada kapolres dan kepada siapa saja. Tetapi bapak ibu tidak bisa bohong kepada diri sendiri,” ucap Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim kepada para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat pada Acara Silaturrahmi Kamtibmas dengan Masyarakat Kecamatan Jabung, Melinting dan Gunungpelindung, di lapangan Merdeka Kecamatan Jabung, Senin (16/10/2017).

Hal itu ditegaskan saat penyerahan senjata api atas kesadaran masyarakat di ketiga kecamatan tersebut ke Kapolres Lamtim. Sebanyak 23 pucuk senjata api diserahkan seraya masyarakat menandatangani naskah ikrar mendukung pihak kepolisian memberantas kriminalitas (Curat, Curas, dan Curanmor).

"Penyerahan 23 puncuk senjata api kepada kepolisian tersebut merupakan murni kesadaran dari masyarakat, dan penyerahan senjata api  tersebut juga sebagai salah satu bentuk partisipasi warga dalam turut menjaga keamanan atau kamtibmas,” kata Chusnunia.

Moment itu dijadikan ajang silahturahmi untuk diskusi agar merubah paradigma kecamatan Jabung dan sekitarnya dari image buruk yang melekat. Menurut Bupati,Kecamatan Jabung dan sekitarnya merupakan daerah yang memiliki keunikan tersendiri serta masyarakat yang ramah tamah dan daerah yang masih memiliki keasrian tersendiri.

Sumber : https://goo.gl/SstebJ

Di Depan Istrinya, Penyadap Karet Tewas Ditembak Kawanan Begal

Ilustrasi. (MTVN)

WAY KANAN (Lampost.co) -- Joni Efendi (45) warga Bumi Harjo, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan, tewas ditembak begal di bagian dada saat hendak pulang kerumahnya usai menyadap karet, Senin (16/10/2017), sekitar pukul 05.15 Wib.

Kapolres Way Kanan, AKBP Doni Wahyudi, melalui Kapolsek Bahuga AKP Singgih Widada, mengatakan saat hendak pulang kerumahnya usai menyadap karet, korban bersama istrinya dihadang oleh beberapa orang yang tidak dikenal hendak merampas kendaraan miliknya yakni Yamaha Jupiter, tepat di jalan irigasi, kampung Sritunggal, Kecamatan Buay Bahuga.

"Pelaku menembak korban dan mengenai dada sebelah kanan hingga tewas. Setelah korban meninggal ditempat, lebih sadisnya lagi korban langsung dibuang ke air irigasi dengan disaksikan langsung oleh istri korban," ujar Kapolres kepada Lampost.co.

Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian tersebut. "Polsek dan Polres saat ini masih menyelidiki kasus pembegalan yang mengakibat Joni meninggal dunia. Tempat kejadiannya yakni di Kampung Sritunggal, Kecamatan Buay Bahuga," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Buay Bahuga Sufriyanto, saat dikonfirmasi melalui ponsel menuturkan bahwasannya korban tewas ditempat setelah ditembak begal. Pelaku berjumlah kurang lebih sebanyak empat orang dan korban saat ini telah dimakamkan oleh pihak keluarga sekitar pukul 11.00 wib.

"Saya berharap kepada pihak kepolisian agar cepat menangkap pelaku, serta kedepannya dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat di Kabupaten Way Kanan," ungkapnya.

Sumber : https://goo.gl/yuYuRg